Sistem pendingin mesin mobil bekas sangat bergantung pada hembusan angin untuk melepas panas dari radiator. Komponen utama yang bertugas menarik udara dingin saat mobil berhenti atau melaju pelan adalah motor kipas radiator (motor fan). Komponen kelistrikan ini bekerja secara otomatis berdasarkan perintah sensor suhu (ECT).
Namun, seiring tingginya jam kerja mesin, carbon brush di dalam motor kipas bisa aus dan magnetnya melemah. Akibatnya, putaran kipas melambat atau bahkan berhenti total, sehingga suhu pendingin mesin melonjak dengan cepat.
Inspektor mengecek kecepatan putaran kipas pendingin radiator untuk melacak tanda motor fan radiator mobil bekas lemah.
Indikasi Utama Tanda Motor Fan Radiator Mobil Bekas Lemah
Kamu bisa mendeteksi penurunan kinerja kipas pendingin ini dengan cukup mudah saat memantau ruang mesin dan menguji mobil dalam posisi diam (idle):
1. Hembusan AC Mendadak Hangat Saat Terjebak Macet
Pertama, perhatikan perubahan suhu AC saat mobil berhenti lama di lampu merah atau kemacetan. Jika udara AC mendadak berubah hangat dan baru terasa dingin kembali saat mobil melaju kencang, putaran kipas radiator sudah lemah. Oleh sebab itu, pelepasan panas pada kisi-kisi kondensor AC yang menempel di depan radiator tidak berjalan optimal.
2. Jarum Suhu Mesin Naik Di Atas Setengah
Selanjutnya, amati indikator temperatur pada panel instrumen dasbor. Dalam kondisi normal, jarum suhu akan berada stabil di posisi tengah atau sedikit di bawahnya. Namun, apabila jarum mendadak merambat naik melebihi garis tengah saat mobil diam dengan mesin menyala, kipas radiator gagal mendinginkan cairan coolant.
3. Putaran Kipas Terasa Lambat dan Bergetar Kasar
Di samping itu, buka kap mesin saat AC menyala lalu amati bilah kipas radiator secara langsung. Jika putaran bilah tampak pelan, tersedat-sedat, atau mengeluarkan suara dengung dan getaran kasar, bearing atau brush motor fan sudah rusak. Dampaknya, debit hembusan angin yang dihasilkan sangat kurang dari standar pabrikan.
Pemeriksaan arus kelistrikan kipas pendingin mesin yang menjadi tanda motor fan radiator mobil bekas lemah.
Bahaya Mengabaikan Motor Fan Radiator yang Lemah
Membiarkan motor fan radiator yang melemah sangat membahayakan kondisi mesin mobil bekas. Sebab, jika kipas mendadak mati total di tengah kemacetan, air radiator akan mendidih cepat dan menyebabkan overheat parah. Akibatnya, kepala silinder melengkung, paking jebol, dan kamu harus menanggung biaya turun mesin (overhaul).
Beli Mobil Seken Bebas Masalah Overheat? Serahkan ke Rtech!
Penjual nakal terkadang menyiasati masalah ini dengan menyambung kabel motor fan secara langsung ke aki (bypass) agar kipas terus berputar tanpa henti. Hal itu dilakukan agar temperatur terlihat aman saat diuji sebentar. Padahal, cara ini mempercepat umur aki dan menandakan adanya jalur kelistrikan atau sensor yang bermasalah.
Agar kamu terhindar dari risiko mobil overheat pascabeli, menyerahkan urusan inspeksi kepada ahlinya adalah pilihan paling bijak. Tim Rtech - Jasa Inspeksi Mobil siap meluncur ke lokasi seller di wilayah Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Magelang, Klaten, Purworejo, hingga Solo.
Kamu juga bisa membaca artikel kami tentang Ciri Karet Boot As Roda Dalam (Inner CV Joint) Sobek untuk menambah wawasan seputar sektor penggerak roda. Tim kami akan menguji arus listrik serta otomatisasi kipas pendingin demi memastikan mobil impianmu aman dari risiko overheat!